Mekanisme Pengelolaan Dana Tabarru Bagian 1 | Web Edukasi - Sanabila.com

Home

Daftar Isi

Instagram

Google+

Facebook

Twitter

Contact

Pasang Iklan

Refresh
Loading...

Mekanisme Pengelolaan Dana Tabarru Bagian 1

Mekanisme Pengelolaan Dana Tabarru Bagian 1
Mekanisme Pengelolaan Dana Tabarru Bagian 1Kali ini sanabila.com akan membahas tentang Mekanisme Pengelolaan Dana Tabarru. Karena pembahasan untuk artikel ini sangat banyak maka akan dibagi menjadi dua bagian. Dana tabarru’ terdiri dari kata dana dan tabarru‟. Dalam kamus Bahasa Indonesia kata dana adalah uang yang disediakan atau sengaja dikumpulkan untuk suatu maksud, derma, sedekah, pemberian atau hadiah. Sedangkan tabarra‟ berasal dari kata tabarra’a-yatabarro’u-tabarrau’an, artinya sumbangan hibah, dana kebajikan, atau derma. Asuransi syariah adalah asuransi yang berdasarkan prinsip-prinsip syariah. Dasar didirikan asuransi syariah adalah penghayatan terhadap semangat saling bertanggung jawab, kerjasama dan perlindungan dalam kegiatan-kegiatan masyarakat demi terciptanya kesejahteraan masyarakat pada umumnya.

Pengelolaan dana dalam istilah asuransi adalah cara kerja suatu perusahaan asuransi dalam mengurusi dana premi yang sudah terkumpul dengan cara menginvestasikannya. Kelembaga-lembaga keuangan lain untuk persediaan pembayaran ganti rugi pertanggungan. Perusahaan asuransi syariah sangat memperhatikan masalah pengelolaan dana, karena hal ini merupakan hal yang penting dalam memulai dan mengembangkan sebuah perusahaan.
Cara yang ditempuh dalam mengelola dana harus sesuai dengan syariah islam yaitu dengan cara menghilangkan sama sekali kemungkinan terjadi unsur gharar (ketidakpastian), maisir (untung-untungan), dan riba. Dana yang dibutuhkan perusahaan bersumber dari: 
  1. Dana pemegang saham yaitu dana yang disiapkan oleh para pemegang saham sebagai modal setor bagi perusahaan, baik pada tahap awal berdiri perusahaan maupun penambahan setelah perusahaan berjalan, beserta hasil investasi atas dana tersebut.  
  2. Dana dari peserta asuransi yaitu berupa premi. Dalam melaksanakan perjanjian antara perusahaan dengan peserta harus dilandasi dengan akad. Adapun akad yang melandasi asuransi syariah adalah akad tijarah dan akad tabarru’. Akad tijarah merupakan semua bentuk akad yang dilakukan untuk tujuan komersial misalnya mudharabah, wadiah dan wakalah. Sedangkan akad tabarru’ merupakan semua bentuk akad yang dilakukan dengan tujuan kebaikan dan tolong menolong tidak untuk komersial.
Dana tabarru’ bisa diinvestasikan sepanjang tidak menghalangi pembayaran klaim. Jika hasil investasi diterima maka hasil (returnnya) tidak dibenarkan dialihfungsikan ke dana lain. Hasilnya harus semata-mata dimanfaatkan untuk dana tabarru’ untuk memperbesar kemampuan dalam membantu sesama pemegang polis.

Dana tabarru’ ini harus dikelola sendiri terpisah dari dana tijarah. Dalam hal ini perusahaan sebagai pengelola harus membuat laporan periodik atas dana tabarru’ ini. Setiap periode dana tabarru’ ini akan menghasilkan apakah surplus atau defisit tabarru’. Surplus artinya total dana yang terkumpul lebih besar dari total klaim dan biaya-biaya untuk mengelola dana ini dalam satu periode. Sebaliknya kalau defisit artinya total klaim dan biaya lebih besar dari dana tabarru’ yang masuk.

Share on Google Plus
Written by: sanabila.admin
Sanabila, Updated at: 9/03/2015