Tenun Silang satin (saten weave) | Web Edukasi - Sanabila.com

Home

Daftar Isi

Instagram

Google+

Facebook

Twitter

Pasang Iklan

Refresh
Loading...

Tenun Silang satin (saten weave)

Tenun Silang satin (saten weave)

Contoh Tenun Silang satin (saten weave)

Tenun satin pada kain katun pada umumnya menggunakan 5 atau 6 gun. Biasanya satin pakan. Satinet, istilah yang dipakai untuk kain imitasi sutera, misalnya dari bahan katun yang dimercerisir, digunakan untuk kain lapis maupun meubelstoffen. Satin, istilah yang umum dipakai pada kain-kain satin yang dibuat dari sutera filamen atau benang sintetis filamen. Satinettes, dibuat dari benang lusi kapas dan benang pakan wol.

Karakter yang paling menonjol pada kain satin adalah kilaunya. Jenis serat dan benang yang digunakan dan panjang efek akan mempengaruhi kilau kain satin. Karena sedikitnya jumlah silangan pada satin menyebabkan benang-benang berimpit satu sama lain dan menghasilkan sifat-sifat kain yang lebih halus, berkilau, dan lembut. Satin biasanya dibuat dari benang-benang filament sutera maupun serat buatan seperti rayon dan nilon. Kain yang ditenun dengan konstruksi silang satin ialah domas, handuk berkotak, kain pique, dan sebagainya.

Contoh Tenun Silang satin (saten weave)

Tenun Silang satin (saten weave) memiliki ciri-ciri dan karakteristik sebagai berikut :
  1. Pada 1 rapot Tenun, banyak benang lusi sama dengan banyak benang pakan.
  2. Tenun satin hanya menonjolkan salah satu efek pada permukaan kain, yaitu efek lusi atau efek pakan.
  3. Tenun satin dengan efek lusi disebut satin lusi, sedangkan Tenun satin dengan efek pakan disebut satin pakan.
  4. Pada satin lusi, tetal lusi > tetal pakan, sedangkan pada satin pakan tetal pakan > tetal lusi.
  5. Pada kain dengan Tenun satin, suatu garis seperti pada Tenun keper tidak tanpak jelas atau menonjol.
  6. Pada umumnya digunakan tetal tinggi pada lusi atau pakan, sehingga kainnya tampak padat (solid).
  7. Tetal yang tinggi dan penggunaan benang yang arah twistnya bersamaan dengan arah garis miring pada Tenun satin, maka permukaan kain akan tampak smooth, rata, mengkilat dan padat.
  8. Banyaknya gun minimun sama dengan jumlah benang lusi/pakan dalam 1 rapot Tenun.
  9. Tenun satin dapat digolongkan menjadi 2 jenis, yaitu satin teratur dan satin tidak teratur.
  10. Tenun satin digunakan pada semua jenis kain, tetapi tidak baik untuk kain dengan kontruksi terbuka atau jarang.
  11. Tenun kain satin lebih sesuai daripada Tenun keper untuk kain dengan kontruksi padat.
  12. Pada Tenun satin, kombinasi dari faktor-faktor konstruksi kain lebih sedikit digunakan daripada dalam Tenun keper.
  13. Titik-titik silang pada Tenun satin letaknya tersebar tidak bersinggungan satu sama lain.
  14. Setiap benang lusi dalam satu rapot hanya mempunyai satu titik silang.

Written by: sanabila.admin
Sanabila, Updated at: 3/24/2016