Pengertian Tenun Silang polos (Plain weave) | Web Edukasi - Sanabila.com

Home

Daftar Isi

Instagram

Google+

Facebook

Twitter

Contact

Pasang Iklan

Refresh
Loading...

Pengertian Tenun Silang polos (Plain weave)

Pengertian Tenun Silang polos (Plain weave)

Contoh Tenun Silang polos (Plain weave)

Tenun Silang polos (Plain weave) juga dikenal dengan nama taffeta, tenunan polos memiliki pola yang paling sederhana. Pada tenunan ini benang pakan menyilang bergantian, yaitu di atas benang lungsi dan berikutnya di bawah benang lungsi dan terus berulang seperti itu. Ini merupakan teknik tenun yang paling tua. Hasilnya pun lebih kuat. Selain itu, hasil kain tenun melalui teknik ini lebih mudah didesain karena polos. Kain yang ditenun silang polos ialah blaco, berkolin, kain muslim, kain mori, kain nainsook, voile, organdi, muslin, taffeta dan crepe Dll

Benang lusi Adalah benang yang membujur membentuk panjang sebuah kain, sedangkan Benang pakan Adalah benang yang melingtang membentuk lebar kain.

Contoh Tenun Silang polos (Plain weave)

Beberapa Contoh Kain yang menggunakan tekik ini adalah :

•    Kain mori (Cambric), ada tiga macam, yaitu  :
-    Cambric biru
-    Cambric prima
-    Cambric primisima
•    Kain voile, ada tiga macam, yaitu  :
-    Voile asli (full voile)
-    Voilet (half voile)
-    Voile tiruan (imitation voile)
•    Shirting / sheeting.

Silang polos (Plain weave) mempunyai ciri-ciri dan karakteristik sebagai berikut:
  1. Mempunyai rapot yang paling kecil dari semua jenis Tenun.
  2. Bekerjanya benang-benang lusi dan pakan paling sederhana, yaitu: 1-naik, 1-turun.
  3. Ulangan rapot: kearah horizontal (lebar kain) atau kearah pakan diulangi sesudah 2 helai pakan. Pengulangan ke arah vertikal (panjang kain) atau ke arah lusi, diulangi sesudah 2 helai lusi.
  4. Jumlah silangan paling banyak diantara jenis Tenun yang lain.
  5. Jika faktor-faktor yang lain sama, maka Tenun polos mengakibatkan kain dengan Tenun polos menjadi kain paling kuat daripada kain dengan Tenun lain dan letak benang lebih teguh atau tak mudah berubah tempat.
  6.  Tenun polos paling sering dikombinasikan dengan faktor-faktor konstruksi kain yang lain daripada jenis Tenun yang lainnya.
  7. Tetal lusi dan tetal pakan pada Tenun polos mempunyai perpencaran (range) yang lebih besar daripada Tenun lain (10 helai/inch – 200 helai/inch). Perpencaran berat kain lebih besar daripada Tenun lain (0,25 oz/yds2 – 52 oz/yds2).
  8. Tenun polos lebih sesuai untuk diberi rupa yang lain dengan jalan mengadakan ubahan-ubahan desain, baik pengubahan pada structural design maupun pengubahan pada surface design dibandingkan dengan Tenun lainnya.
  9. Pada umumnya, kain dengan Tenun polos penutupan kainnya (fabric cover) berkisar pada 25 % - 75 %.
  10. Tenun polos dapat dipakai untuk kain yang jarang dan tipis (open construction / sheer texture) dengan hasil yang memuaskan dari Tenun yang lain.
  11. Banyak gun yang digunakan minimum 2 gun, tetapi untuk tetal lusi yang tinggi digunakan 4 gun atau lebih.
  12. Tenun polos banyak dipakai untuk kain dengan konstruksi medium, dengan fabric covers 51 % - 75 %. Penutupan lusi dan pakan berkisar 31 % - 50 %.
  13. Tenun polos untuk kain padat (close construction), biasanya menggunakan benang pakan yang lebih kasar daripada benang lusi.
Karakteristik dari jenis ini cenderung menunjukan rip (rusuk horizontal pada permukaan kain.



Untuk menambah wawasan Anda tentang tenun silang polos, coba tonton video ini :


Share on Google Plus
Written by: Janji Mustawa
Sanabila, Updated at: 3/23/2016