Pengertian Tenun Silang kepar (twill weave) | Web Edukasi - Sanabila.com

Home

Daftar Isi

Instagram

Google+

Facebook

Twitter

Contact

Pasang Iklan

Refresh
Loading...

Pengertian Tenun Silang kepar (twill weave)

Pengertian Tenun Silang kepar (twill weave)


Silang kepar merupakan desain kedua paling umum setelah tenunan polos. Dalam tenunan silang kepar, Dalam proses penyilangannya, apabila pada baris pertama penyilangan biasa maka, pada baris kedua benang pakan loncat tiga benang dari baris awal pada penyilangan pertama. Karena perbedaan loncatan dengan baris sebelumnya maka akan nampak seperti garis yang menyilang ke kiri atau ke kanan.

Contoh Tenun Silang kepar (twill weave)

Atau dengan kata lain, benang pakan akan melintasi dua atau lebih benang lusi untuk menghasilkan suatu pola diagonal. Kemudian pada baris berikutnya, posisi garis benang pakan berpindah satu benang lusi ke kanan atau ke kiri. Oleh sebab itu jika diperhatikan, pola silang kepar memiliki garis diagonal (garis miring) pada kain. Semakin curam sudut pada garis silang keper dari garis horizontal maka makin banyak benang lusi yang diambil dan makin kuat kainnya.



Contoh Tenun Silang kepar (twill weave)

Tenun Silang kepar mempunyai kararkteristik sebagai berikut:
  1. Pada permukaan kain terlihat garis miring atau rips miring yang tidak putus-putus.
  2. Jika arah garis miring berjalan dari kanan bawah ke kiri atas disebut keper kiri. Jika arah garis miring berjalan dari kiri bawah ke kanan atas disebut keper kanan.
  3. Garis miring yang dibentuk oleh benang lusi disebut efek lusi atau keper lusi sedangkan garis miring yang dibentuk benang pakan disebut keper efek pakan atau keper pakan.
  4. Garis miring membentuk sudut 45o terhadap garis horizontal.
  5. Apperance kain pada permukaan atas dan bawah berbeda.
  6. Jika rapot terkecil dari Tenun keper = 3 helai lusi dan 3 helai pakan, disebut keper 3 gun.
  7. Tenun keper diberi nama sesuai dengan banyaknya gun minimum.
  8. Biasanya dibuat dalam konstruksi padat.
  9. Dalam kondisi yang sama, kekuatan kain dengan Tenun polos lebih besar daripada kekuatan kain dengan Tenun keper.
  10. Pada umumnya tetal benang dibuat lebih tinggi daripada Tenun polos.
  11. Pengaruh arah twist benang sangat besar terhadap kenampakan garis miring.
  12. Besarnya sudut garis miring dipengaruhi oleh perbandingan tetal lusi dan tetal pakan.
  13. Garis miring dengan sudut 45o disebut keper curam (steep twill).

Jenis kain tenun dengan menggunakan teknik ini adalah jeans, denim, dan gabardine.

Share on Google Plus
Written by: Janji Mustawa
Sanabila, Updated at: 3/22/2016