Teknik Tenun | Web Edukasi - Sanabila.com

Home

Daftar Isi

Instagram

Google+

Facebook

Twitter

Contact

Pasang Iklan

Refresh
Loading...

Teknik Tenun

Teknik Tenun
Teknik Tenun

Pada artikel sebelumnya kita telah membahas mengenai pengertian tenun, sejarah tenun, daerah penghasil tenun, bahan dan Alat untuk membuat tenun. Kali ini kita akan membahas mengenai teknik dalam membuat tenun.

Seperti yang kita ketahui bahwa proses pembuatan tenun adalah menggabungkan benang lungsi dan pakan memanjang dan melintang secara bergantian. Sebelum menenun dilakukan prose 'penghanian', yakni pemasangan benang-benang lungsin secara sejajar satu sama lainnya di alat tenun sesuai lebar kain yang ingin dibuat oleh seniman tenun tersebut.

Teknik pembuatan tenun termasuk dalam kerajinan, karena pembuatannya masih manual dan menggunakan keterampilan tangan. Proses pembuatannya pun cukup lama, harus hati-hati, dan melalui berbagai proses. Maka dari itu, sudah sewajarnya harga kain tenun 'asli' lebih mahal daripada kain yang dibuat dengan mesin.

Saat ini, terdapat tiga teknik pembuatan tenun, yaitu silang satin, silang polos, silang kepar. Silang satin dibuat dari benang-benang filament sutera maupun serat buatan seperti rayon dan nilon. Ciri khas dari kain satin ini terletak pada kilaunya, karena banyaknya silangan pada satin menyebabkan benang-benang berimpit satu sama lain dan menghasilkan sifat-sifat kain yang lebih halus, berkilau, dan lembut. Contohnya adalah handuk berkotak, domas, kain pique, dan sebagainya.

Selanjutnya adalah silang polos.Teknik silang polos dilakukan penyilangan pada benang pakan secara bergantian, yaitu di atas benang lungsi dan berikutnya di bawah benang lungsi dan terus berulang seperti itu. Hasil kain dari teknik ini lebih kuat dan lebih mudah didesain karena polos. Contohnya adalah blaco, berkolin, kain muslim, kain mori, kain nainsook, voile, organdi dan sebagainya.

Selanjutnya adalah silang kepar. Pada teknik ini, benang-benang lungsinya menyilang di atas atau di bawah dua benang pakan atau lebih, dengan silangan benang lungsi sebelah kiri atau kanannya, bergeser satu benang pakan atau lebih untuk membentuk garis diagonal atau garis keeper. Contohnya adalah jeans, denim, gabardine, dan sebagainya.


Jika Anda ingin melihat berbagai macam tenun, Anda bisa berkunjung ke toko kami di sanabilastore

Toko kain tenun Nusantara

Share on Google Plus
Written by: Sanabila. com
Sanabila, Updated at: 2/08/2016