Storage Practice (Praktek Penyimpanan) | Web Edukasi - Sanabila.com

Home

Daftar Isi

Instagram

Google+

Facebook

Twitter

Contact

Pasang Iklan

Refresh
Loading...

Storage Practice (Praktek Penyimpanan)

Storage Practice (Praktek Penyimpanan)

Kali Ini sanabila.com akan membahas salah satu bagian dari Management and human elemen yang dilakukan perusahaan asuransi dalam penutupan asuransi kebakaran yaitu Storage Practice (Praktek Penyimpanan). Storage Practice (Praktek Penyimpanan)juga termasuk kedalam Risk Assessment (Penilaian Resiko) yang dilakukan perusahaan asuransi sebelum melakukan penutupan asuransi kebakaran.

Good Storage Practice
Good Storage Practice
Risk Assessment (Penilaian Resiko) sendiri adalah Pelaksanaan metode-metode untuk menganalisa tingkat resiko, mempertimbangkan resiko tersebut dalam tingkatan bahaya tertentu dan mengevaluasi apakah sumber bahaya tersebut dapat dikendalikan secara memadai serta mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mengendalikan resiko tersebut.

Sementara itu management dan human elemen adalah salah satu unsur penilaian resiko yang berkaitan dengan managemen pengelolaan resiko dan kebiasaan orang/karyawan yang secara langsung maupun tidak langsung dapat meningkatkan terjadinya resiko atau meringankan terjadinya resiko.

Poor Storage Practice
Poor Storage Practice
Storage Practice (Praktek Penyimpanan) adalah proses penyimpanan sementara barang yang telah jadi diproduksi ke suatu tempat yang biasa disebut dengan gudang sebelum diedarkan kepada konsumen.

Disetiap pabrik memiliki Storage Practice (Praktek Penyimpanan) yang berbeda, akan tetapi pada umumnya berdasarkan Asosiasi Logisctic Indonesia (ALI) Beberapa aktifitas di dalam gudang dapat dijelaskan secara sederhana :
  • Administrasi, merupakan proses pencatatan penerimaan dan pengeluaran barang secara akuntansi, pengendalian dokumen, authorisasi, sampai dengan pelaporan stock barang.
  • Penerimaan barang, prosuder tata cara bagaimana barang masuk kedalam gudang karena adanya proses pembelian barang dagangan.
  • Penyimpanan barang, merupakan sistem pengelolaan dan pengendalian agar barang bisa terus dalam kondisi baik. Pengaturan dan sistem penyimpanan mulai dari barang masuk hingga keluar memastikan tetap dalam kondisi baik dan aman.
  • Pengeluaran barang, meliputi sistem tata cara pengiriman dan prosedur keluarnya stock barang dari gudang karena adanya penjualan, dalam hal ini juga termasuk prosedur pengepakan barang yang dikirim.
Kemudian hal-hal yang menjadi bahan risk assestment (penilaian resiko) pada Storage Practice (Praktek Penyimpanan) ini adalah :
  1. Dokumen kelengkapan barang yang disimpan dalam gudang.
  2. Tinggi tumpukkan barang yang disimpan dalam gudang.
  3. Kerapihan dalam penyusunan barang-barang dalam gudang.
  4. Kebersihan gudang.
  5. Jarak antara tumpukan barang tertinggi dengan alat penerangan di dalam gudang.
  6. Jarak antara dasar lantai gudang dengan barang paling bawah (untuk antisipasi banjir)

Share on Google Plus
Written by: sanabila.admin
Sanabila, Updated at: 10/24/2015