Hot Work Permit | Web Edukasi - Sanabila.com

Home

Daftar Isi

Instagram

Google+

Facebook

Twitter

Contact

Pasang Iklan

Refresh
Loading...

Hot Work Permit

Hot Work Permit

Kali Ini sanabila.com akan membahas salah satu bagian dari Management and human elemen yang dilakukan perusahaan asuransi dalam penutupan asuransi kebakaran yaitu Hot Work Permit. Hot Work Permit juga termasuk kedalam Risk Assessment (Penilaian Resiko) yang dilakukan perusahaan asuransi sebelum melakukan penutupan asuransi kebakaran.

Hot Work Permit
Risk Assessment (Penilaian Resiko) sendiri adalah Pelaksanaan metode-metode untuk menganalisa tingkat resiko, mempertimbangkan resiko tersebut dalam tingkatan bahaya tertentu dan mengevaluasi apakah sumber bahaya tersebut dapat dikendalikan secara memadai serta mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mengendalikan resiko tersebut.

Sementara itu management dan human elemen adalah salah satu unsur penilaian resiko yang berkaitan dengan managemen pengelolaan resiko dan kebiasaan orang/karyawan yang secara langsung maupun tidak langsung dapat meningkatkan terjadinya resiko atau meringankan terjadinya resiko.

Hot Work Permit adalah izin kerja yang diperlukan karena melibatkan adanya keterlibatan panas, nyala api, loncatan listrik, dsb. Misalnya dalam jenis pekerjaan pemotongan (cutting), welding, soldering, grinding, brazing, thermal spraying, cek material dengan menggunakan sensor radiasi (NDT, NDE work), confined space work, dsb.
Hot Work Permit
Form Hot Work Permit

Jenis-jenis pekerjaan seperti pemotongan (cutting), welding, soldering, grinding, brazing, thermal spraying, cek material dengan menggunakan sensor radiasi (NDT, NDE work), confined space work, dsb membutuhkan izin kerja yang disebut dengan Hot Work Permit karena pekerjaan tersebut memungkinkan adanya risiko kebakaran dan ledakan pada rangkaian mesin dll.
Hot Work Permit” merupakan satu hal dimana pekerjaan tidak boleh dimulai sampai ada orang yang diberi ijin tertulis untuk mengerjakan pekerjaan tersebut. Di setiap kasus, orang yang bertanggung jawab (Fire safety Coordinator) bertugas memberikan ijin tersebut.

Secara umum hal-hal yang harus dilakukan dalam mengerjakan Hot work tersebut adalah :

  1. Pengelasan, pemotongan, Gouging dan alat yang menghasilkan bara atau percikan api harus dioperasikan hanya orang yang terlatih
  2. Tabung gas harus diikat pada posisi vertikal dan dilengkapi dengan regulator dan flashback arrestor, dan selang harus kondisi bagus.
  3. Semua sampah dan barang yang mudah terbakar harus dipindahkan dari sekitar tempat kerja. Jika barang yang mudah terbakar tidak dapat dipindahkan, barang tersebut harus diberi proteksi dengan barang yang tidak mudah terbakar seperti metal atau selimut tahan api. (Fire blangket)
  4. Lantai yang mungkin dapat rusak harus dilindungi dari panas dari spark welding, bara gouging.
  5. Perhartian khusus harus kita lakukan untuk mencegah bara, percikan api atau metal yang meleleh mengenai material yang mudah terbakar di tempat penyimpanan  cairan atau gas. contoh dengan memeriksa pembatas dan memindahkan barang yang mudah terbakar yang bersinggungan dengan metal
  6. Bara atau percikan api tidak boleh dekat dengan kontainer cairan yang muda terbakar atau gas yang dipadatkan atau tempat lain dimana terdapat atmosfir yang mudah terbakar. Alat tidak boleh ditinggalkan dalam keadaan menyala jika tidak digunakan.

Share on Google Plus
Written by: sanabila.admin
Sanabila, Updated at: 10/29/2015