CCTV System | Web Edukasi - Sanabila.com

Home

Daftar Isi

Instagram

Google+

Facebook

Twitter

Contact

Pasang Iklan

Refresh
Loading...

CCTV System

CCTV System

Kali Ini sanabila.com akan membahas salah satu bagian dari Risk Assessment (Penilaian Resiko) yang dilakukan perusahaan asuransi dalam penutupan asuransi kebakaran yaitu
CCTV System, CCTV System  ini termasuk kedalam management dan human elemen pada bagian security patrol.

CCTV System
Risk Assessment (Penilaian Resiko) sendiri adalah Pelaksanaan metode-metode untuk menganalisa tingkat resiko, mempertimbangkan resiko tersebut dalam tingkatan bahaya tertentu dan mengevaluasi apakah sumber bahaya tersebut dapat dikendalikan secara memadai serta mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mengendalikan resiko tersebut.

Sementara itu management dan human elemen adalah salah satu unsur penilaian resiko yang berkaitan dengan managemen pengelolaan resiko dan kebiasaan orang/karyawan yang secara langsung maupun tidak langsung dapat meningkatkan terjadinya resiko atau meringankan terjadinya resiko.

Security system adalah Segala upaya yang berkaitan dengan perlindungan terhadap instalasi, sumber daya, utility, material dan informasi rahasia perusahaan dalam rangka mencegah terjadinya kerugian perusahaan. Salah satu bagian dari security system ini adalah Visitor Control.

CCTV System (Closed Circuit Television) adalah surveillance camera system / kamera pengawas, yang terdiri dari kamera dan system DVR (Digital Video Recording) untuk menampilkan dan merekam segala bentuk aktifitas di suatu lokasi tertentu dalam bentuk video. Kini CCTV menghadirkan terobosan teknologi terbaru yaitu CCTV ONLINE yang dapat diakses dari jarak jauh menggunakan Blackberry, Android, Ipad, Iphone, Laptop, PDA dsb. CCTV seringkali digunakan untuk keperluan militer, toko, tempat usaha, gudang, bandara, kantor, mall dan rumah sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan.
CCTV memiliki Komponen sebagai berikut :

DVR (Digital Video Recorder)
DVR atau banyak disebut Digital Video Recorder adalah perangkat yang digunakan untuk merekam semua gambar yang di kirim oleh camera ke dalam perangkat ini.
Terbagi dalam 2 kategori utama, yaitu :
  1. Stand Alone DVR
  2. PC Card DVR
CCTV SystemCamera
Camera CCTV ini berfungsi sebagai alat pengambil gambar.Terdiri dari beberapa tipe camera yang dibedakan dari segi kualitas, penggunaan dan fungsinya. Fungsi Infra Red banyak dibutuhkan oleh customer karena dapat merekam gambar dalam keadaan gelap gulita dan hasil videonya akan menjadi hitam putih.
Terbagi dalam 3 (tiga) kategori utama, yaitu :

1. CCTV kamera analog
 
Jenis kamera CCTV analog dapat merekam langsung sinyal analog sebagai gambar ke video tape recorder. Jika sinyal analog direkam pada tape recorder, maka rekaman harus dijalankan pada kecepatan yang sangat lambat untuk beroperasi secara terus menerus. Agar satu kaset rekaman berdurasi tiga jam dapat berjalan selama 24 jam biasanya diatur dengan kecepatan sekitar empat frame per detik. Sinyal analog juga dapat dikonversi menjadi sinyal digital untuk memungkinkan rekaman dapat disimpan pada hardisk komputer. Untuk itu jenis kamera CCTV analog harus dipasang langsung ke kartu video capture di komputer yang akan mengubah sinyal analog ke digital. Kartu ini memiliki harga yang relatif murah namun sinyal digital yang dihasilkan umumnya dalam bentuk kompresi MPEG agar hasil rekaman video dapat disimpan secara terus menerus.
Cara lain untuk menyimpan rekaman CCTV adalah pada media non-analog yaitu menggunakan perekam video digital (DVR – Digital Video Recorder). DVR khusus untuk penggunaan kamera CCTV umumnya membutuhkan perawatan yang relatif mudah dengan pengaturan yang sederhana. Beberapa jenis DVR juga memungkinkan penyiaran digital dari sinyal video sehingga berfungsi seperti kamera jaringan. Jika perangkat tersebut bisa menyiarkan video tetapi tidak merekamnya maka ia disebut video server. Suatu video server efektif untuk membuat sinyal video dari cctv kamera analog menjadi TV jaringan.- Camera CCTV Network.

2. Kamera CCTV Digital
 
CCTV Kamera digital tidak memerlukan kartu video capture karena ia bekerja menggunakan sinyal digital yang dapat disimpan langsung ke hardisk komputer. Menyimpan rekaman digital terkompresi akan memakan sejumlah besar ruang hard drive dalam komputer anda. Jenis kamera CCTV digital multi-megapixel dapat menangkap gambar video pada resolusi hingga 11 Megapiksel. Berbeda dengan kamera analog, kualitas gambar beresolusi tinggi dapat diperoleh dengan jenis CCTV kamera terbaru. Karena resolusi yang jauh lebih tinggi maka ia dapat digunakan pada area yang luas yang biasanya memerlukan beberapa buah kamera analog.

3. Network CCTV Kamera (Kamera CCTV Jaringan)
 
Dalam sebuah kamera CCTV jaringan terdapat adaptor jaringan, power supply, CPU, encoder dan sensor gambar. Jenis kamera CCTV jaringan (IP camera) dapat berupa kamera analog atau digital video yang memiliki alamat IP sehingga mampu menyiarkan video bahkan audio. Kamera jaringan tidak memerlukan output sinyal analog sehingga resolusinya lebih tinggi dari CCTV kamera analog biasa. Kamera CCTV analog umumnya menghasilkan video dengan resolusi PAL 768 × 576 piksel atau NTSC 720 × 480 piksel. Sedangkan kamera jaringan memiliki resolusi VGA 640 × 480 piksel, SVGA 800 × 600 piksel atau quad-VGA 1280 × 960 piksel. Sebuah kamera analog atau digital yang terhubung ke video server dapat berfungsi sebagai kamera jaringan. Namun untuk ukuran gambar yang dihasilkan akan bergantung pada lensa dan sensor gambar pada jenis kamera CCTV tersebut. Jenis Kamera CCTV jaringan atau IP Camera dapat digunakan sebagai solusi pengawasan yang murah. Network CCTV hanya memerlukan satu kamera jaringan, beberapa kabel Ethernet dan satu buah komputer. Namun instalasi Kamera CCTV digital yang lengkap membutuhkan kamera jaringan, DVR, serta komputer yang dilengkapi dengan software khusus dan monitor CCTV.

Hard Disk Drive (HDD)
HDD merupakan media penyimpanan data rekaman. Hard disk ini dipasang didalam DVR, semakin besar kapasitas hard disk membuat anda dapat menyimpan rekaman lebih lama.

Coaxial Cable
Merupakan kabel yang menghantarkan signal video dari kamera CCTV ke DVR, atau dari DVR ke monitor.

Power Cable
Diperlukan apabila kabel kamera CCTV yang disertakan tidak cukup panjang untuk mencapai sumber listrik terdekat.

Share on Google Plus
Written by: sanabila.admin
Sanabila, Updated at: 10/22/2015