Contoh Costumer Yang Harus Diawasi oleh Perusahaan Dalam Prinsip KYC | Web Edukasi - Sanabila.com

Home

Daftar Isi

Instagram

Google+

Facebook

Twitter

Contact

Pasang Iklan

Refresh
Loading...

Contoh Costumer Yang Harus Diawasi oleh Perusahaan Dalam Prinsip KYC

Contoh Costumer Yang Harus Diawasi oleh Perusahaan Dalam Prinsip KYC

Contoh Costumer Yang Harus Diawasi oleh Perusahaan Dalam Prinsip KYC
Kali ini sanabila.com akan membahas tentang contoh Costumer Yang Harus Diawasi oleh Perusahaan Dalam Prinsip KYC. Pada dasarnya Prinsip Know Your Costumer (KYC) adalah prinsip yang diterapkan oleh LKNB (Lembaga Keuangan Bukan Bank) untuk mengetahui latar belakang dan identitas nasabah atau konsumen pemakai jasa, memantau rekening dan transaksi nasabah, serta melaporkan transaksi keuangan mencurigakan dan transaksi keuangan yang dilakukan secara tunai, termasuk transaksi keuangan yang terkait dengan pendanaan kegiatan terorisme.

Untuk itu kita perlu mengetahui siapa-siapa saja costumer yang mungkin dapat melakukan tindakan yang disebutkan diatas, karena secara tidak langsung dapat merugikan perusahaan. Kewajiban menerapkan prinsip mengenal costumer juga diatur dalam No. 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang pasal 18-22. Ada beberapa contoh costumer yang harus diawasi oleh perusahaan diantaranya adalah :

Nasabah Beresiko Tinggi
Yang dimaksud dengan nasabah beresiko tinggi adalah orang-orang yang dari latarbelakangnya identitas dan riwayat hidupnya dianggap memiliki resiko tinggi melakukan kegiatan terkait dengan tindak pidana pencucian uang atau tindak pidana pendanaan kegiatan terorisme.

Orang Yang Aktif Di Dunia Politik
Klasifikasi orang yang aktif di dunia politik adalah :
  1. Orang-orang baik WNI maupun asing, yang mendapat kepercayaan untuk memiliki atau menjalankan fungsi ketatanegaraan (legislatif, eksekutif, yudikatif)
  2. Pejabat lain yang fungsi dan tugas pokoknya berkaitan dengan penyelenggaraan negara atau badan usaha milik negara (BUMN)
  3. Orang yang tercatat sebagai anggota partai politik yang memiliki pengaruh terhadap kebijakan dan operasional partai politik.

Usaha Atau Pekerjaan Beresiko Tinggi
Contoh :
  1. Dealer mobil
  2. Pedagang perhiasan
  3. Agen perjalanan
  4. Pengacara
  5. Perusahaan eksport-import
  6. Usaha berbasis uang tunai
  7. Jasa keuangan
  8. Offshore company
  9. Pengacara
  10. Konsultan keuangan
  11. Dealer barang antik dan barang seni
  12. Agen property
  13. Penjual barang grosiran
  14. Akuntan

Negara Beresiko Tinggi

Yang dimaksut dengan negara beresiko tinggi adalah negara yang memiliki tingkat good governance yang rendah sesuai dengan standart yang telah ditetapkan oleh world bank, dan negara yang memiliki tingkat korupsi yang tinggi sesuai dengan standart yang telah ditetapkan oleh transparancy international corruption perception index.


Baca Juga :

Share on Google Plus
Written by: Janji Mustawa
Sanabila, Updated at: 6/25/2015