Pengertian dan Contoh dari Risk Control (Pengendalian Resiko) Secara Fisik | Web Edukasi - Sanabila.com

Home

Daftar Isi

Instagram

Google+

Facebook

Twitter

Contact

Pasang Iklan

Refresh
Loading...

Pengertian dan Contoh dari Risk Control (Pengendalian Resiko) Secara Fisik

Pengendalian Resiko (Risk Control)
Pengertian dan Contoh dari Risk Control (Pengendalian Resiko) Secara Fisik.
Pengendalian resiko (risk Control) merupakan tahapan terakhir yang harus seseorang atau perusahaan lakukan setelah mereka mengetahui resiko yang akan dihadapi dan menganalisis resiko tersebut. Disinilah letak Asuransi bekerja untuk membantu seseorang atau perusahaan mengantisipasi resiko yang akan dihadapi. Pengendalian resiko (risk Control) dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu :

Pada artikel kali ini sanabila.com akan membahas secara jelas dan terperinci mengenai Pengertian dan Contoh dari Risk Control (Pengendalian Resiko) Secara Fisik.

Pengendalian fisik (Physical Control of Risk)
Pengurangan dan pencegahan resiko saling berkaitan erat dan pada dasarnya dapat dicapai dengan cara mengurangi maupun menyingkirkan sebagian atau sepenuhnya resiko yang akan timbul. Dalam pelaksanaanya terdapat 2 (dua) cara yang dapat digunakan untuk mengurangi resiko yang akan terjadi diantaranya adalah :
1. Pengurangan Resiko (Risk Reduction)

  • Eliminasi
Menghapuskan atau mengurangi kemungkinan terjadinya resiko yang akan dihadapi.
Contohnya:

  • Pak ari yang ingin membuat pabrik baru pasti memiliki resiko. Resiko tersebut bisa dieliminasi dengan tidak membuat pabrik baru tersebut.
Namun dalam bisnis, tidak semua resiko bisa dihilangkan. Contohnya seperti pabrik diatas, walaupun ada resiko terbakar, namun karena seluruh nasib perusahaan tergantung pada pabrik baru tersebut dan karenanya pabrik tersebut harus dibangun, maka berarti resiko terhadapnya tidak bisa dielimanasi seluruhnya. Namun, bisa diminimize dengan membangun pabrik di tempat yang aman/tidak rawan kebakaran.

  • Minimisasi
Terdapat dua cara untuk memperkecil resiko yang akan dihadapi, yaitu :
Pre Loss Minimisation
Dampak dari kerugian diantisipasi dan langkah-langkah yang diambil adalah untuk meyakinkan bahwa frequency/severity telah ditekan seminimum mungkin. Dalam artian adalah melakukan suatu tindakan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya resiko yang akan dihadapi.
Contoh

  • Penggunaan seat bealt di mobil pribadi
  • Penempatan penjagaan mesin-mesin berbahaya untuk mengantisipasi kecelakaan pekerja.
  • Menyediakan alat pemadam kebakaran.
  • Menyediakan tangga darurat bila terjadi kebakaran.
  • Menempatkan alat pendeteksi kebakaran.
Post Loss Minimisation
Bahkan setelah resiko terjadi, masih ada langkah-langkah yang dapat diambil untuk meminimumkan kerugian. Dalam artian melakukan suatu tindakan untuk memperkecil terjadinya suatu resiko yang dilakukan sesudah terjadinya kerugian.
Contoh

  • Menyelamatkan barang pada saat kebakaran dan harta benda lain yang memiliki nilai sisa dapat dijual untuk mengurangi kerugian, sprinkler untuk meminimalkan dampak kebakaran.

2. Penghapusan Resiko (Risk Avoidance)

Penghapusan Resiko (Risk Avoidance) adalah menghapus sama sekali peluang atau kemungkinan terjadinya resiko (totally eliminate).
Contoh :

  • Ani takut menaiki sepeda motor karena pernah terjatuh, maka ani jangan menaiki sepeda motor lagi agar tidak terjatuh.
Keuntungan menggunakan metode Penghapusan Resiko (Risk Avoidance)
  • Kemungkinan terjadinya kerugian dapat diturunkan hingga titik nol, jadi tidak perlu lagi teknik Risk Management lebih lanjut. Karena kemungkinan terjadinya kerugian sudah dihapuskan sama sekali.
  • Hati menjadi lebih aman dan damai karena tidak ada kemungkinan resiko dengan dampak kerugian yang akan dihadapi.
Kerugian menggunakan metode Penghapusan Resiko (Risk Avoidance)

Share on Google Plus
Written by: Janji Mustawa
Sanabila, Updated at: 5/16/2015