Pengertian dan contoh dari Moral Hazard Pada Asuransi | Web Edukasi - Sanabila.com

Home

Daftar Isi

Instagram

Google+

Facebook

Twitter

Contact

Pasang Iklan

Refresh
Loading...

Pengertian dan contoh dari Moral Hazard Pada Asuransi

Moral Hazard
Pengertian dan contoh dari Moral Hazard
Moral hazard adalah hazard yang berkaitan dengan moral atau karakter atau sifat dari calon tertanggung yang mentransfer resikonya ke perusahaan asuransi. Moral hazard dapat dikaitkan dengan tingkah laku atau attitude dari calon tertanggung (orang yang mentransfer resiko ke perusahaan asuransi) atau bagian dari tertanggung (keluarga, para pegawai, atau orang-orang yang berada di bawah pengawasan tertanggung)
Contoh
Untuk Resiko Kecelakaan Kendaraan Bermotor
Yang termasuk kedalam moral hazard Untuk Resiko Kecelakaan Kendaraan Bermotor adalah :
  • Siapa saja pengemudi mobil dan bagaimana cara mengemudi mobil tersebut ?
  • Kebiasan penegemudi, misalnya : Apakah pengemudi sering minum minuman beralkohol, senang mengkonsumsi obat terlarang, menggunakan kendaraanya dengan kecepatan tinggi ?
  • Apakah tertanggung selalu menservis kendaraannya secara rutin ?
  • dll

Moral hazard yang disebutkan diatas sangat menentukan tingkat keseringan dan kerugian jika terjadi kecelakaan kendaraan bermotor.
Untuk moral hazard ini sendiri sangat sulit untuk dinilai oleh perusahaan asuransi karena berkaitan langsung dengan sifat dan karakter tertanggung dan menjadi tanggungjawabnya. Sehingga aspek moral hazard ini sangat bergantung pada individu tertanggung. Walaupun asuransi memiliki prinsip Utmost Good Faith (kewajiban tertanggung untuk memberi data secara jujur), namun akan sulit mendapatkan data-data secara langsung terkait moral hazard tertanggung.
Aspek Moral Hazard inilah yang dapat menimbulkan kerugian bagi perusahaan asuransi. Jika tidak teliti dalam menganalisa data-data dari tertanggung. Oleh sebab itu maka perusahaan asuransi (pihak underwriting) harus memberikan pengertian dan pengarahan kepada pemilik objek yang diasuransikan.
Contoh :
Didalam area pabrik yang rawan kebakaran, diapasang rambu-rambu peringatan yang mudah dipahami dan diketahui oleh seluruh pekerja di pabrik.
Contohnya :
  • Dilarang merokok di area ini.
  • Area mudah terbakar, jangan bermain api.
  • Jagalah keamanan dan keselamatan diri anda dan perusahaan
  • Menyelenggarakan penyuluhan atau ceramah kepada para seluruh pekerja atau karyawan mengenai pentingnya menjaga keselamatan kerja dan menjaga bangunan beserta peralatan kerja untuk kelanjutan hidup perusahaan dan para pekerja.
  • Memberikan sanksi-sanksi bagi karyawan yang lalai atau melanggar peraturan-peraturan perusahaan.

Menjaga hubungan baik dengan seluruh jajaran pipinan perusahaan atau tertanggung dengan tujuan memberikan pemahaman dan pengertian bahwa proteksi asuransi adalah suatu sarana untuk menjaga kelanjutan dan stabilitas usaha. Bukan untuk mencari keuntungan atau dimanfaatkan secara keliru.

baca juga :

Share on Google Plus
Written by: Janji Mustawa
Sanabila, Updated at: 5/19/2015