Apa Saja Fungsi Asuransi Dalam Kehidupan Bermasyarakat ? | Web Edukasi - Sanabila.com

Home

Daftar Isi

Instagram

Google+

Facebook

Twitter

Contact

Pasang Iklan

Refresh
Loading...

Apa Saja Fungsi Asuransi Dalam Kehidupan Bermasyarakat ?

Fungsi Asuransi

Fungsi Asuransi
Setelah kita mempelajari tentang pengertian asuransi dan sejarah perkembangan asuransi pada artikel-artikel sebelumnya di sanabila.com. Maka kita dapat dengan jelas merumuskan dan memahami apa fungsi asuransi dalam hidup kita. Fungsi asuransi adalah risk management dalam artian pengelolaan resiko yaitu mencegah, menahan/menghadapi, menghindar, dan memindahkan resiko yang akan dihadapi manusia.

Selain itu asuransi juga memiliki berbagai fungsi. Diantaranya adalah :

Fungsi Primer Asuransi
Fungsi primer asuransi merupakan fungsi pokok yang ada dalam perjanjian asuransi. Fungsi primer tersebut diantaranya adalah :
  • Pemindahan resiko (Risk Transfer)

Asuransi adalah salah satu mekanisme pengalihan resiko dimana seseorang atau perusahaan dapat memindahkan beberapa ketidakpastian hidupnya kepada orang lain dengan membayar suatu premi yang telah diketahui jumlahnya, kerugian itu dialihkan kepada penanggung.
  • Pengumpulan Dana

Pengumpulan dana yang dimaksudkan dalam fungsi asuransi adalah dengan pembayaran premi yang dilakukan oleh beberapa orang (tertanggung) ke pada orang lain atau kelompok (penanggung) untuk memindahkan beberapa ketidakpastian dalam hidupnya. Penanggung dapat mengelola dana tersebut untuk berbagai kegiatan investasi.
  • Premi yang seimbang

Antara kedua belah pihak meengatur dan menyepakati besaran kerugian dan dari situ dapat ditentukan berapa jumlah premi dan jangka waktu perjanjian. sehingga salah satu pihak tidak merasakan kerugian.

Fungsi Sekunder Asuransi
  • Merangsang Pertumbuhan Usaha (Stimulus to Business Enterprise)

Jumlah premi yang dibayarkan kepada penanggung hanya sebahagian kecil dari dana yang perlu disediakan untuk pembentukan dana di luar metode asuransi. Sehingga dengan adanya asuransi, perusahaan-perusahaan dapat mempergunakanya untuk menjamin barang-barang atau properti mereka.  
  • Keamanan (Security)

Dengan asuransi, tertangung merasa lebih aman sehingga tertanggung dapat berkonsentrasi pada peningkatan dan pengembangan usaha/pekerjaan tanpa perlu khawatir terhadap kerugian-kerugian yang dapat timbul
  • Pencegahan kerugian (Loss Prevention)

Perusahaaan asuransi memiliki surveyor yang terlatih dalam mengindikasi resiko - resiko potensial baik dalam proses produksi, penyimpanan atau penumpukan barang, penggunaan listrik, dsb. Dengan saran dari surveyor ini, tertanggung dapat mencegah terjadinya kerugian pada harta benda mereka apabila resiko-resiko tersebut terjadi.
  • Pengendalian Kerugian (Loss Control) :

Perusahaan asuransi juga dapat membantu para tertanggung dalam usaha mengendalikan kerugian yang telah terjadi. Sebagai contoh, dalam kasus penutupan asuransi kebakaran di pabrik plastik. Perusahaan asuransi dapat memberikan masukan ke pabrik plastik tersebut mengenai tata letak barang, proses produksi, penggunaan mesin, alat pemadam kebakaran.dll dengan tujuan untuk pengendalian kerugian.
  • Social Benefits

Jaminan asuransi kebakaran dalam jumlah yang memadai memungkinkan tertanggung membangun kembali bangunan yang musnah akibat kebakaran. Sehingga tertanggung memperoleh keuntungan karena masih memiliki rumah.
  • Tabungan

Hal ini terutama terdapapat dalam asuransi jiwa, Tertanggung biasanya membayar premi secara cicilan perbulan atau per periode tertentu. Premi-premi ini akan diterima kembali seluruhnya setelah periode waktu tertentu seperti yang telah diperjanjikan.

Fungsi Tambahan Asuransi
Fungsi tambahan Asuransi merupakan salah satu fungsi yang tesirat namun dapat dirasakan manfaat dari asuransi tersebut. Fungsi tambahan asuransi diantaranya adalah :
  • Investasi Dana

Premi yang dihimpun dari tertanggung (pemilik asuransi) diinvestasikan sebahagian oleh perusahaan asuransi pada beberapa investasi yang berbeda untuk memperkuat posisi keuangan dari si penanggung (perusahaan asuransi)
  • Invisible Earnings

Resiko-resiko yang dipertanggungkan kepada penanggung si suatu negara, sebahagian akan dipertanggungkan ulang (Reasuransi) oleh penanggung tersebut pada para penanggung ulang di negara-negara lain. Bagi para penanggung ulang di negara lain, hali ini merupakan pendapatan tak nyata atau Invisible Earnings. Dimana negara akan memperoleh pendapatan dari proses tersebut (devisa)

Share on Google Plus
Written by: Janji Mustawa
Sanabila, Updated at: 5/11/2015